MEMAHAMI KONFIGURASI PERALATAN-PERALATAN JARINGAN
ISR adalah singkatan dari Integrated Services Router, dimana router ini menggabungkan beberapa layanan yang biasanya disediakan oleh peralatan-peralatan terpisah ke dalam satu router saja. Integrated Services Router yang sudah sampai pada versi 2 untuk saat ini (versi Cisco), dapat mengakomodasi kebutuhan antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang akan videoconferencing dan layanan virtualisasi serta pertukaran data multimedia dalam jaringan WAN.
Dengan peningkatan jumlah kantor cabang atau perwakilan yang disertai dengan peningkatan jumlah karyawan, maka tim TI di suatu perusahaan menghadapi tantangan yang semakin besar. Tantangan tersebut adalah bagaimana menyediakan suatu layanan antara kantor-kantor cabang dan kantor pusat secara aman dan efisien dengan biaya yang murah. Dengan penggunaan Integrated Services Router maka kantorkantor cabang dapat :
- Menyediakan layanan jaringan yang lebih maju dengan WAN yang ada
- Semakin produktif dengan menggunakan layanan berbasis kolaborasi video dan layanan multimedia lainnya
- Secara bertahap melakukan transisi yang aman dengan layanan-layanan cloud dan virtualisasi
- Memungkinkan penghematan biaya dengan penggunaan listrik yang kecil
- Menyediakan layanan yang handal dengan dukungan tim TI yang kecil
Gambar salah satu contoh ISR Cisco 819
Keunggulan ISR Dibandingkan dengan router-router konversional yang bisa digunakan, maka router dalam jajaran Integrated Services Router memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
- Penggunaan layanan berbasi video yang unggul
- Dapat mendeteksi dan melakukan optimalisasi berbagai macam media dan aplikasi yang digunakan untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih memuaskan
- Dapat mendeteksi perubahan jaringan dan perangkat serta layanan yang digunakan
- Memiliki media engine yang memungkinkan aplikasi berbasis video berkualitas tinggi digunakan dalam urusan bisnis
- Memberikan layanan video yang dapat disesuaikan dengan aplikasi yang digunakan (misalkan : telekonfrensi video, streaming video) dengan bandwidth yang sudah dioptimalkan
- Layanan virtualisasi yang memungkinkan inovasi bisnis yang efektif
- Memberikan layanan cloud dan virtualisasi untuk aplikasi critical ke kantor cabang
- Meluaskan cakupan layanan ke seluruh cabang, termasuk layanan keamanan, optimalisasi jaringan WAN, integrasi aplikasi dan penyatuan layanan komunikasi
- Memberikan harga kepemilikan (TCO) yang rendah
SDM Express
SDM adalah singkatan dari Security
Device Manager, yang dikeluarkan oleh Cisco
sebagai manajemen perangkat berbasis web
untuk menunjang penggunaan perangkatperangkat
routernya yang memiliki sistem
operasi Cisco (Cisco IOS). Dengan SDM
memudahkan pengguna untuk mengatur
konfigurasi perangkat router dan keamanan
dengan menggunakan smart-wizard yang
menyediakan kemudahakan dalam membuat,
menerapkan dan memantau perangkat router Cisco tanpa harus memiliki kemampuan
untuk menggunakan perintah baris
(Command Line Interface-CLI).
Dengan menggunakan SDM
pengguna perangkat Cisco dapat dengan
mudah mengkonfigurasi pengaturan routing,
switching, keamanan, kualitas layanan (QoS),
dan secara aktif dapat mengatur manajemen
perangkat-perangkat melalui informasi
monitoring yang tersedia. Pengguna SDM
dapat mengatur perangkat router mereka dari
jarak jauh tanpa harus menggunakan
perangkat lunak perintah baris dari Cisco
IOS. SDM juga dapat membantu para
pengguna pemula dalam operasional harian,
menyediakan smart-wizard yang mudah
digunakan, pengaturan keamanan router
secara otomatis dan membantu pengguna
dengan berbagai bantuan online dan tutorial.
Konfigurasi Koneksi WAN Menggunakan
SDM Express
Wide Area Network (WAN) adalah
suatu jaringan yang digunakan untuk
membuat interkoneksi antar jaringan
komputer local yang secara fisik tidak
berdekatan satu sama lain, yang secara fisik
bisa dipisahkan dengan kota, propinsi, atau
bahkan melintasi batas geography – lintas
negara dan benua. Ada beberapa Teknologi
Jaringan WAN saat ini yang bisa kita
gunakan. Berbeda dengan jaringan LAN, ada
perbedaan utama antara keduanya dimana
terletak pada jarak yang memisahkan
jaringan-2 yang terhubung tersebut. WAN
menggunakan media transmisi yang berbeda,
maupun hardware dan protocol yang berbeda
pula dengan LAN. Data transfer rate dalam
komunikasi WAN umumnya jauh lebih rendah
dibanding LAN.
Fungsi Dan Tujuan Jaringan WAN
- Sharing resources Kita dapat membagi sumber yang ada dalam arti dapat digunakan secara bersamasama seperti program, peralatan, atau peripheral lainnya sehingga dapat dimanfaatkan setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa harus terpengaruh oleh lokasi.
- Media komunikasi Dapat memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna jaringan, baik itu untuk teleconference, instant messaging, chatting, mengirim surat elektronik (e-mail) maupun mengirim informasi penting lainnya.
- Integrasi data Dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya atau dengan kata lain dapat dikerjakan oleh komputer-komputer lain yang ada dalam jaringan.
- Keamanan data Sistem jaringan komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data melalui pengaturan hak akses pengguna dan password, serta teknik perlindungan yang lainnya.
- Web Browsing Untuk mengakses informasi yang ada pada jaringan, contohnya web browsing. Hampir setiap orang yang membaca tulisan ini mungkin pernah menggunakan browser web (seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Netscape, Opera dan yang lainnya). Browser web memungkinkan kita untuk melihat informasi yang ada di dalam sebuah web server di suatu tempat di dalam Internet.
- Mengkoneksikan device-device yang terpisahkan dalam area global,
- Menyajikan koneksifitas full-time/porttime,
- Beroperasi pada jangkauan geografis yang luas.
Kelebihan WAN :
- Bisa diakses dengan jangkauan area grografis yang luas sehingga berbisnis dengan jarak jauh dapat terhubung dengan jaringan ini
- Dapat berbagi (share) software dan resources dengan koneksi workstations. Pesan dapat dikirim dengan sangat cepat kepada orang lain pada jaringan ini (bisa berupa gambar, suara, atau data yang disertakan dengan suatu lampiran).
- Hal-hal yang mahal (seperti printer atau saluran telepon ke internet) dapat dibagi oleh semua komputer pada jaringan ini tanpa harus membeli perangkat yang berbeda untuk setiap komputernya.
- Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama. hal ini untuk menghindari masalah dimana beberapa pengguna mungkin memiliki informasi lebih tua daripada yang lain.
- Berbagi informasi/file (share) melalui area yang lebih besar Besar jaringan penutup.
- Biaya operasional mahal dan umumnya lambat
- Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.
- Menyiapkan jaringan bisa menjadi pengalaman yang sangat mahal dan rumit. Semakin besar jaringan semakin mahal harganya.
- Keamanan merupakan masalah yang paling nyata ketika orang yang berbeda memiliki kemampuan untuk menggunakan informasi dari komputer lain. Perlindungan terhadap hacker dan virus menambah kompleksitas lebih dan membutuhkan biaya.
- Setelah diatur, memelihara jaringan adalah pekerjaan penuh waktu (full time) yang membutuhkan jaringan pengawas dan teknisi untuk dipekerjakan.
- Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal atau kepentingan.
- Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.
Dynamic Host Configuration Protocol
atau sering disingkat dengan DHCP saja,
adalah sebuah protokol yang melayani
konfigurasi otomatis alamat IP, netmask,
gateway, serta DNS. Proses koneksi ini
terjalin dari 2 pihak yang terlibat serta bersifat
connectionless. Sifat connectionless ini
berarti saat akan menjalin koneksi tidak perlu
ada konfirmasi terlebih dahulu (antara
penerima dan pengirim paket) bahwa paket
akan dikirim, atau paket telah diterima secara
utuh. Karena komunikasi ini bersifat
connectionless, maka protocol yang
digunakan dalam layanan ini adalah protocol
UDP (User Datagram Packet). Server akan
membuka port 67 untuk menjalin komunikasi dengan klien, sedangkan dari pihak klien
akan membuka port 68 untuk berkomunikasi
dengan server. Jika DHCP server dan klien
berada pada subnet yang sama, maka
koneksi terjalin menggunakan broadcast
UDP, sedangkan apabila antara klien dan
server DHCP berada pada subnet yang
berbeda, maka layanan tersebut memerlukan
DHCP relay agent untuk membangun
koneksi.
Proses terjalinnya layanan DHCP ini
terbagi menjadi 4 fase, yaitu:
- DHCP Discovery
Adalah proses dimana komputer klien
melakukan broadcast di sebuah network
untuk mengetahui apakah terdapat layanan
DHCP di dalam subnetnya. Komputer klien
akan menyebarkan paket UDP dengan tujuan
255.255.255.255 atau ke alamat broadcast di
dalam subnetnya. Komputer klien juga
merequest IP yang sama (pernah dipakai),
apabila sebelumnya pernah terlayani oleh
server DHCP yang sama.
- DHCP Lease Offer
Adalah proses ketika DHCP server
telah menerima request dari klien, membuat
reservasi alamat IP kemudian menawarkan
alamat yang telah dialokasikan kepada klien
melalui paket DHCPOFFER melalui protocol
UDP. Server DHCP menggunakan MAC
Address dari kartu jaringan klien untuk
membedakan request-request antar klien
yang akan dilayaninya.
- DHCP Request
Adalah proses dimana klien telah
menerima paket “tawaran” dari server DHCP
dan meresponnya dengan melakukan
requesting terhadap alamat IP yang telah di
tawarkan oleh server DHCP dengan
mengirimkan paket DHCPREQUEST kepada
server. Klien dapat menerima beberapa
tawaran sekaligus dari beberapa server
DHCP, tetapi hanya tawaran yang berasal
dari salah satu server yang akan diterima
oleh klien. Melalui opsi identifikasi server,
setiap server akan diberitahu oleh klien
melalui paket ini (DHCPREQUEST) apabila
ada klien yang telah memakai layanan
DHCP, sehingga server DHCP yang
menawarkan akan membatalkan tawaran
mereka terhadap klien tersebut.
- DHCP Lease Acknowledgement
Adalah proses final dari terjalinnya
layanan DHCP ini, dimana server DHCP
menerima paket DHCPREQUEST dari klien
yang kemudian server DHCP akan
mengirimkan paket DHCPACK kepada klien.
Paket DHCPACK ini terdiri dari waktu atau
durasi pelepasan IP yang dipakai, alamat IP yang ditawarkan dan lain-lain. Pada poin ini,
proses komunikasi antara klien dan server
telah selesai dan klien akan melakukan
konfigurasi secara otomatis dengan
parameter-parameter (Alamat IP,
Subnetmask, Alamat Gateway, Alamat DNS)
yang telah di berikan oleh server DHCP.
Back-up Konfigurasi Router
Membackup file konfigurasi ini sangat
berguna selain untuk dokumentasi juga untuk
backup kita saat melakukan konfigurasi ulang
router kita jika kita kita ingin mencoba suatu
konfigurasi yang baru, dan bila terjadi
kegagalan dalam konfigurasi kita yang baru
ini, kita dapat dengan cepat
mengembalikannya ke konfigurasi semula
dengan file backup konfigurasi kita tersebut.
Hubungan CPE Ke ISP
CPE (Customer Premises Equipment)
adalah seluruh perangkat (terminal berikut
infrastruktur jaringan pendukungnya) yang
berada di tempat/lokasi pelanggan, yang
digunakan dan dimiliki/dikuasai secara
individu/privat serta menjadi tanggungjawab
individu yang bersangkutan. Perkembangan
perangkat CPE selain didrive oleh kebutuhan
pasar juga sangat dipengaruhi
perkembangan infrastruktur pendukungnya,
yaitu teknologi jaringan transportasi (carrier
grade) dan access network/gateway. Ketika
ISDN belum dikenal, perangkat CPE hanya
berupa pesawat telegrap (morse, telex, fax),
setelah ISDN diimplementasikan, perangkat
CPE dapat menggunakan PC, videophone,
video conference, telemetri, dan lain-lain.
Ketika teknologi gateway antara jaringan
telekomunikasi dengan jaringan data
dimungkinkan, muncul perangkat modem
analog untuk akses internet dengan mode
dial-up melalui Internet Service Provider
(ISP). Ketika teknologi xDSL (khususnya
ADSL) diimplementasikan muncul perangkatperangkat
CPE untuk akses internet non
dialup.
Ketika teknologi memungkinkan
informasi real time dapat dilewatkan jaringan
paket dengan kualitas yang masih dalam
batas-batas acceptable, muncul perangkat
terminal H323. Ketika teknologi HFC
diperkenalkan, muncul perangkat-perangkat
CPE seperti Cable Modem, Set Top Box,
perangkat Video on Demand (VoD) dan lainlain.
Demikian seterusnya dimana saat ini
sedang berada pada masa transisi menuju
NGN, bermunculan perangkat-perangkat
CPE seperti IP Phone, terminal SIP, Soft
Phone dan lain-lain.

Comments
Post a Comment